Protheus

888 kapal terpantau dalam satu jam terakhir

Intelijen maritim untuk perairan Indonesia

Protheus menyatukan posisi kapal, riwayat pelayaran, kepemilikan, dan daftar sanksi dalam satu jaringan. Setiap hubungan dapat ditelusuri ke sumbernya.

Buka konsol
Kapal
15.174
Pemilik dan operator
14.372
Bukti tersimpan
77.858

Dari satu nama ke seluruh armadanya

Contoh ini memakai data asli daftar sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat. Satu perusahaan perikanan terhubung dengan 32 kapal, dan Protheus menampilkannya sebagai satu jaringan.

DALIAN OCEAN FISHING COMPANY LIMITED

Dua register, satu pihak yang sama

Register kapal tuna Samudra Hindia mencatat pemilik 6 kapal dengan nama yang identik dengan alias perusahaan tersebut. Protheus menandainya sebagai kemungkinan pihak yang sama, lengkap dengan tingkat keyakinannya.

keyakinan 0,9 Keputusan akhir tetap pada analis.

Yang dikerjakan Protheus

Enam kemampuan berikut sudah aktif dan dapat dipakai dari konsol maupun API.

Pemantauan posisi kapal
Posisi kapal dari AIS diterima terus-menerus dan ditampilkan di peta, lengkap dengan kecepatan, haluan, dan tujuan yang dilaporkan awak.915 pemancar tercatat
Riwayat pelayaran
Setiap jejak diolah menjadi pelayaran dari asal ke tujuan: waktu berangkat dan tiba, jarak tempuh, lama singgah, serta indikasi muat atau bongkar dari perubahan sarat kapal.291 pemberhentian teridentifikasi
Deteksi perilaku
AIS yang senyap saat berlayar, pertemuan di laut, satu MMSI dipakai lebih dari satu kapal, pergantian identitas, pemberhentian yang tidak wajar, tujuan yang tidak sesuai, dan masuknya kapal ke wilayah pantauan.7 jenis kejadian
Jaringan kepemilikan
Kapal dihubungkan dengan pemilik, operator, bendera, dan daftar sanksi. Kemiripan nama antar-register ditandai sebagai inferensi, terpisah dari pernyataan sumber.60.738 hubungan
Wilayah dan daftar pantau
Analis menggambar wilayah di peta dan memilih kapal yang dipantau. Protheus mengirim notifikasi ketika ada kapal masuk wilayah atau kapal pantauan terlibat kejadian.1.233 pelabuhan sebagai acuan
Berkas kasus dan laporan
Temuan dikumpulkan dalam berkas kasus bersama catatan analis. Penelusuran baku berjalan dengan satu tombol, dan laporan kasus siap dicetak dengan daftar buktinya.3 penelusuran baku

Cara kerja

  1. MengumpulkanData diambil dari sumber resmi dan siaran AIS. Setiap berkas dicatat asal, lisensi, dan sidik digitalnya.
  2. MenghubungkanKapal, pemilik, bendera, pelabuhan, dan daftar sanksi disatukan lewat nomor IMO, MMSI, dan tanda panggil, bukan sekadar kemiripan nama.
  3. MenilaiSkor risiko dihitung dari faktor yang dapat dibaca satu per satu. Tidak ada angka tanpa penjelasan.

Isi basis data

Seluruh angka di halaman ini dihitung langsung dari basis data, terakhir diperbarui 13 Oktober 2026.

15.174
kapal dengan identitasnya
2.416
berbendera Indonesia
1.559
kapal dalam daftar sanksi
888
kapal terpantau AIS dalam satu jam terakhir

Sumber data

  • Register kapal aktif IOTCKomisi Tuna Samudra Hindia
    Diterbitkan IOTC untuk umum13.261 entri
  • AIS langsung dari penerima daratJaringan penerima AIS komunitas
    Siaran terbuka dari kapal915 entri
  • Garis pantai 1:10 jutaNatural Earth
    Domain publik2.072 entri
  • Daftar sanksi SDNDepartemen Keuangan Amerika Serikat (OFAC)
    Domain publik1.559 entri
  • Kode pelabuhan UN/LOCODEKomisi Ekonomi PBB untuk Eropa
    Domain publik1.234 entri

API dengan akses terbatas

Seluruh kemampuan konsol tersedia sebagai API untuk instansi dan mitra yang disetujui. Kunci akses dan dokumentasi diberikan atas permintaan, dan setiap jawaban menyertakan sumber serta tanggalnya.

Ajukan akses lewat halo@giasoktario.com
api.protheus.si/v1
curl -H "Authorization: Bearer $KUNCI" \
  "https://api.protheus.si/v1/search?q=8828329"
{
  "results": [
    {
      "id": "622",
      "kind": "vessel",
      "name": "LONG XING 601",
      "why": "imo 8828329",
      "ids": {
        "imo": "8828329",
        "ofac_uid": "33771"
      },
      "props": {
        "flag": "CN",
        "type": "Fishing Vessel",
        "sanctioned": true
      },
      "evidence": [
        {
          "source": "ofac-sdn",
          "ref": "sdn:33771",
          "at": "2026-10-09"
        }
      ]
    }
  ]
}

Dalam pengembangan

Tiga kemampuan berikut belum aktif. Kami mencantumkannya agar jelas mana yang sudah berjalan dan mana yang belum.

  • Deteksi kapal dari citra radar satelitKapal yang tidak memancarkan AIS tetap tercatat sebagai objek yang dapat ditelusuri antar-lintasan satelit.
  • Pemutaran ulang waktu dan armada bayanganPeta dan jaringan dapat dimundurkan ke tanggal tertentu, dan kapal yang selalu bergerak bersama dikelompokkan walau pemiliknya berbeda di atas kertas.
  • Ringkasan intelijen harianKejadian paling menonjol dalam 24 jam terakhir, diurutkan menurut skor dan siap diteruskan ke pimpinan.

Protheus

Intelijen maritim untuk perairan Indonesia.

Buka konsol